Monday, December 30, 2024

KAI Raih Skor ESG 41, Komitmen dalam Menghadirkan Ekosistem Transportasi Berkelanjutan

KAI terus memperkuat komitmen dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Pada 18 Desember 2024, hasil Rating ESG (Environmental, Social, Governance) S&P Global untuk KAI telah dirilis dengan skor 41. Sebagai tahun pertama KAI mengikuti penilaian ini, pencapaian tersebut sangat membanggakan menempatkan KAI dalam posisi yang kompetitif secara global.

“Dengan skor 41, KAI berhasil masuk dalam 20% teratas sektor Transportasi dan Infrastruktur Transportasi di tingkat global. Ini merupakan langkah awal yang kuat bagi KAI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional dan tata kelola perusahaan. Skor ini juga mencerminkan dedikasi KAI untuk terus meningkatkan kinerja ESG dan berkontribusi pada target keberlanjutan global secara keseluruhan,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Penilaian ESG ini menunjukkan bahwa kontribusi terbesar KAI berasal dari dimensi Sosial, diikuti oleh dimensi Tata Kelola dan Ekonomi, serta dimensi Lingkungan. Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan KAI dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

S&P Global merupakan lembaga yang menyediakan penilaian ESG terhadap perusahaan, obligasi, dan aset keuangan lainnya. Dalam melakukan assessment secara independen, S&P Global menggunakan data implementasi ESG perusahaan yang tersedia secara publik pada laman resmi perusahaan serta data maupun dokumen melalui kuesioner yang dipenuhi oleh perusahaan. Perusahaan mengisi dan mengirimkan dokumen tersebut selama periode partisipasi yang telah dipilih dan sesuai ketentuan lembaga rating.

Sebagai perusahan BUMN berfokus pada pelayanan publik, KAI terus berinovasi untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat.

“KAI mengutamakan efisiensi energi serta pembatasan penggunaan plastik dan kertas dalam operasionalnya sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan. Sejumlah langkah strategis telah dilaksanakan untuk mendukung tujuan tersebut, termasuk penyediaan water station di stasiun, penerapan teknologi face recognition, serta penggunaan wooden cutlery dalam layanan makan di atas kereta. Selain itu, pada 23 Desember 2024 lalu, KAI meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya beralih ke transportasi ramah lingkungan,” jelas Anne.

Selain itu, komitmen KAI untuk mencapai net zero emission terus diwujudkan melalui implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di berbagai fasilitas perusahaan seperti stasiun, perkantoran, depo, dan balai yasa secara bertahap. Melalui program TJSL, KAI juga mendukung pengelolaan sampah melalui penyediaan fasilitas di TPST binaan beberapa daerah.

“Dalam bidang sosial, KAI terus memperkuat implementasi ESG terutama dalam hal penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) untuk memastikan seluruh kegiatan operasional dan bisnis KAI memiliki lingkungan kerja yang inklusif, kondusif dan produktif, saling menghormati, bebas dari diskriminasi, perundungan, pelecehan dan/atau bentuk kekerasan lainnya baik mental maupun fisik. KAI menjalankan program Rail Clinic yang selama Januari hingga Oktober 2024 telah melayani 5.384 pengunjung untuk layanan kesehatan dan 780 pengunjung untuk layanan Rail Library. Program ini juga mencakup pemberian 770 kacamata gratis dan 250 paket makanan tambahan untuk ibu hamil. Selain itu, melalui Rail Library, KAI telah menyelenggarakan 16 kegiatan bakti sosial yang menjangkau 6.164 masyarakat di berbagai daerah,” tutup Anne.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja ESG-nya, menjadikan keberlanjutan bagian dari operasional perusahaan guna memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat peran BUMN sebagai pilar pembangunan Indonesia.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
27 Desember 2024


sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

 

Thursday, December 26, 2024

KAI Group Berhasil Melayani 8.612.339 Penumpang Sejak 19 Desember s.d 25 Desember 2024



Penjualan Tiket KA Jarak Jauh dan Lokal Mencapai 2.436.786 dengan Total Keberangkatan 1.421.361 Penumpang

Berdasarkan data hari ini, Rabu, 25 Desember 2024 Pukul 14.30 WIB jumlah tiket KA JJ dan KA Lokal yang sudah terjual untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yaitu 2.436.786 tiket dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan KAI sebanyak 3.572.588. Sejak 19 Desember hingga 25 Desember masa Nataru pada waktu yang sama, KAI telah memberangkatkan 1.421.361 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari 2.436.786 tiket terjual tersebut terdiri dari 2.080.807 KA JJ atau 75% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 355.979 tiket atau 44% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket.

Untuk KA Jarak Menengah/Jauh pemesanan tiket sudah dapat dilakukan H-45, sedangkan KA Lokal sendiri pemesanannya baru dapat dipesan H-30 sebelum keberangkatan dan ada beberapa KA juga yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.

“Pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 KAI Group menyediakan total 44.754.280 tempat duduk yang terdiri 3.572.588 Penumpang KAI, 35.407.300 Penumpang KAI Commuter, 4.142.520 Penumpang LRT Jabodebek, 588.304 Penumpang LRT Sumsel, 7.416 Penumpang KAI Wisata, 487.728 Penumpang KAI Bandara, 29.160 Penumpang KA Makassar-Parepare dan 519.264 Penumpang KCIC,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Ia menambahkan, adapun total jumlah perjalanan KAI Group yaitu 40.782 KA dengan rincian 7.328 perjalanan KA yang dikelola KAI, 23.204 perjalanan KA yang dikelola KAI Commuter, 1.872 perjalanan KA yang dikelola KAI Bandara, 5.598 perjalanan LRT Jabodebek, 1.772 perjalanan LRT Sumsel, 36 perjalanan yang dikelola KAI Wisata, 108 perjalanan KA Makassar-Parepare serta 864 perjalanan Whoosh yang dikelola KCIC. Secara keseluruhan, KAI Group telah menghantarkan 8.612.339 Penumpang di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi pada masa Nataru ini.

“Arus keberangkatan liburan Nataru hingga saat ini sudah terpantau padat bahkan beberapa kereta yang menjadi primadona okupansinya sudah melebihi dari 100% seperti KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KA Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, KA Putri Deli, KA Matarmaja, KA Logawa, KA Bangunkarta,  dan masih banyak KA lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera,” tutup Anne.

Catatan: Tingkat okupansi kereta api yang melebihi angka 100 persen disebabkan adanya penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Sekilas Info Sore
25 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Wednesday, December 25, 2024

KAI Perketat Keamanan Libur Nataru Dengan Tetap Humanis dan Siaga



Menjelang libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 pengamanan ketat sudah mulai dilakukan di berbagai stasiun keberangkatan dan kedatangan penumpang di Daop dan Divre. Pengamanan di stasiun melibatkan TNI-Polri hingga pengerahan anjing K9.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, pengamanan dilakukan sejak calon penumpang datang ke stasiun keberangkatan hingga stasiun tujuan akhir. pengamanan dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

“Dalam upaya menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, KAI berkolaborasi dengan aparat keamanan, termasuk Polsuska, security, serta melibatkan TNI/Polri. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketertiban selama periode Nataru berjalan kondusif,” kata Anne.

Selama masa Nataru, KAI mengerahkan total 9.768 personel pengamanan yang terdiri dari 8.866 personel pengamanan internal dan 902 personel pengamanan eksternal. Personel tersebut meliputi Polsuska, petugas keamanan (security), Perwira Pembina (Pabin), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babin), Pam Swakarsa, serta petugas pengamanan tambahan lainnya.

“KAI juga menyiapkan sarana penunjang pengamanan seperti metal detector, CCTV, mobil rescue dengan peralatan evakuasi keselamatan,” tutur Anne.

Ia menambahkan, Keselamatan adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. KAI telah mencapai level proaktif dalam menjamin keselamatan perjalanan, dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati terus diperkuat. Melalui tanggung jawab, disiplin, komunikasi keselamatan, dan budaya keselamatan yang kuat, KAI akan menghadirkan perjalanan yang aman bagi seluruh pelanggan selama Nataru.

“Di depan stasiun KAI, kami menyediakan pos pelayanan keamanan untuk membantu masyarakat. Jika ada gangguan, kendala, atau situasi lainnya yang memerlukan bantuan, masyarakat dapat langsung menghubungi petugas kami di pos tersebut. Selain itu, kami juga menerjunkan tim K9 untuk meningkatkan keamanan di stasiun, memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama," jelas Anne dengan ramah.

Anne menyampaikan bahwa anjing pelacak K9 dikerahkan di beberapa stasiun kereta api untuk mendukung keamanan, khususnya dalam mengantisipasi potensi adanya barang terlarang yang dibawa oleh penumpang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan bersama, sekaligus mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi padatnya penumpang untuk melakukan tindakan melanggar hukum, seperti penyelundupan narkoba.

Selain itu, Anne menjelaskan bahwa penggunaan anjing pelacak K9 di stasiun bersifat mobile, sehingga pengawasan tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi mencakup berbagai area di sekitar stasiun.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di area stasiun maupun sepanjang jalur kereta. Khususnya di musim hujan dan masa Nataru ini, pengawasan dan pemantauan dilakukan lebih intensif di titik-titik yang rawan untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman, nyaman dan lancar," tukas Anne.

Ia juga mengimbau para calon penumpang kereta api untuk datang lebih awal, minimal satu jam sebelum jadwal keberangkatan, terutama selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang biasanya disertai dengan kondisi jalan raya yang padat.

"Di musim liburan seperti ini, kemacetan di sekitar stasiun sering terjadi, terutama di area pintu masuk yang ramai oleh kendaraan pribadi. Kami mengimbau para pelanggan mempersiapkan perjalanan dari rumah menuju stasiun dengan baik, termasuk memperhitungkan waktu tempuh, agar tidak terlambat dan ketinggalan kereta api," tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
25 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KAI Terus Jaga Keandalan Prasarana untuk Perjalanan Nataru yang Aman, Nyaman dan Selamat



Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran melakukan kegiatan inspeksi jalur rel KA dengan menggunakan Lori Dresign pada Selasa (24/12). Kegiatan ini dilakukan pada petak jalan rel KA diantara Stasiun Cikampek dan Stasiun Tanjungrasa yang merupakan daerah perbatasan antara Daop 1 Jakarta dengan Daop 3 Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Didiek melakukan pemeriksaan kondisi prasarana secara menyeluruh, seperti kondisi geometri jalan rel, bantalan, penambat, hingga saluran irigasi di sekitar jalur kereta api.

Sebagai upaya menjaga keandalan operasional kereta api, KAI secara rutin melakukan perbaikan dan penguatan prasarana. Fokus perbaikan meliputi penggantian rel baru, penguatan bantalan sintetis, penggantian wesel bantalan beton, serta penanganan tantangan akibat cuaca ekstrem dan dampak pergeseran tanah di beberapa wilayah.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami yang tidak dapat dikompromikan. Meski ada dampak sementara pada ketepatan waktu (OTP), kami memastikan bahwa perbaikan prasarana di jalur ini akan meningkatkan keandalan perjalanan kereta api dalam jangka panjang,” ujar Didiek.

Jalur kereta api antara Stasiun Cikampek - Stasiun Tanjungrasa menjadi salah satu prioritas pemantauan karena merupakan penghubung strategis antara jalur utara dan selatan Pulau Jawa. Proyek perbaikan di area ini memang memberikan dampak pada kelancaran perjalanan, khususnya yang menuju ke arah Cirebon melalui jalur utara.

“Meskipun tengah menghadapi tantangan pembatasan kecepatan pada beberapa titik jalur KA akibat dari dampak perbaikan prasarana jalur rel, KAI tetap mencatat capaian OTP yang membanggakan sepanjang Januari hingga November 2024. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan penumpang mencapai 99,76%, sementara kedatangan mencapai 96,20%. Untuk kereta barang, OTP keberangkatan mencapai 95% dan kedatangan 90,36%,” jelas Didiek.

Ia menambahkan, KAI berkomitmen untuk terus memastikan prasarana kereta api dalam kondisi terbaik demi mendukung perjalanan yang lebih andal, aman, dan selamat.

“Hingga pagi ini (24/12), KAI telah melayani 1.006.242 pelanggan sejak dimulainya masa angkutan Nataru pada 19 Desember. Dengan terus menjaga prasarana, sarana, dan pelayanan terbaik kami berkomitmen memastikan perjalanan jutaan pelanggan bersama KAI tetap aman, nyaman, dan selamat,” tutup Didiek.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
24 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KA Panoramic Hadir di KA Mutiara Timur, Temani Liburan Seru Nataru Bersama KAI



Menambah semarak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), KAI melalui anak usahanya KAI Wisata, menghadirkan pengalaman perjalanan tak terlupakan dengan KA Panoramic pada rangkaian KA Mutiara Timur. Layanan eksklusif ini tersedia mulai 24 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

“KA Panoramic yang terangkai pada KA Mutiara Timur melayani rute Surabaya Pasarturi – Ketapang (PP). Untuk rute Surabaya Pasarturi – Ketapang, kereta berangkat pukul 08.55 dan tiba pukul 15.45. Sedangkan rute Ketapang – Surabaya Pasarturi berangkat pukul 21.45 dan tiba pukul 04.21,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Anne menambahkan, penumpang KA Panoramic dapat menikmati berbagai fasilitas eksklusif yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman perjalanan asyik bersama KAI. Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu Luxury Lounge, automatic sunroof dan kaca panoramic untuk menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan, makan (khusus KA jarak jauh), snack, aneka sajian minuman seperti kopi, teh, dan air mineral, free Wi-Fi, serta layanan khusus dengan dedicated train attendant.

“KA Panoramic hadir untuk memberikan pengalaman perjalanan yang asyik dan nyaman selama libur Nataru. Dengan layanan ini, penumpang dapat menikmati keindahan alam di sepanjang rute Surabaya – Ketapang dengan fasilitas yang mewah,” ujar Anne.

Anne menambahkan, penumpang dapat menikmati layanan eksklusif ini dengan harga tiket menarik dari Surabaya Pasarturi ke Ketapang sebesar Rp 600.000,-.

“Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI ataupun platform penjualan tiket kereta api resmi lainnya. Segera pesan tiket dengan layanan istimewa ini dan rasakan pengalaman perjalanan berbeda bersama KA Panoramic pada KA Mutiara Timur,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
24 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KAI Siapkan 18 Hari Masa Nataru 2024/2025, Hadirkan Perjalanan Aman, Nyaman, dan Ramah Lingkungan


 


Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Fasilitasi Dukungan Strategis Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto menegaskan bahwa Kementerian BUMN terus memantau kesiapan BUMN, termasuk KAI dan DAMRI, untuk menghadapi masa libur Nataru.

“Seperti sebelumnya, kami di BUMN memastikan bagaimana kesiapan-kesiapan BUMN pada momentum Natal dan Tahun Baru. Pada kesempatan hari ini, kami memastikan layanan publik bidang transportasi, KAI dan DAMRI siap untuk masyarakat agar liburannya nyaman dan aman. Momen libur Nataru ini dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul dengan keluarga,” ujar Rachman.

Ia menambahkan, berbagai persiapan sudah dilakukan oleh KAI dan DAMRI, diantaranya mengatur kelancaran operasional, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penggunaan teknologi dalam pemantauan kelancaran operasional. Peningkatan kualitas dan pelayanan juga dilakukan dari jauh-jauh hari, untuk memastikan puncak libur Nataru masyarakat aman dan nyaman.

KAI, sebagai bagian dari Kementerian BUMN, telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan optimal bagi penumpang selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Masa operasional Nataru KAI berlangsung selama 18 hari, mulai 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Untuk mengakomodir antusias masyarakat yang cenderung tinggi pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025. KAI telah mengoperasikan KA tambahan yang terdiri dari 52 KA Jarak Menengah dan Jauh kelas Komersial, 2 KA Jarak Jauh PSO dan 2 KA Lokal Komersial. Dimana terdapat penambahan kapasitas penumpang sebanyak 491.976 tempat duduk untuk KA Jarak Menengah dan Jauh kelas Komersial, 10.600 tempat duduk untuk KA Jarak Jauh PSO, dan 14.600 tempat duduk untuk KA Lokal Komersial.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan persiapannya dalam konferensi pers bersama Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Fasilitasi Dukungan Strategis Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto, yang digelar di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, pada Senin (23/12).

"Kami telah menyiapkan 777 tenaga tambahan untuk kebutuhan operasional, termasuk Penjaga Jalan Lintas (PJL), Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), dan Petugas Dapsus, yang tersebar di area Jawa dan Sumatera," ungkap Didiek.
 
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan pelanggan, KAI juga menambah 170 Customer Service Mobile (CSM) yang akan bertugas di 39 stasiun di Daerah Operasi dan Divisi Regional. CSM ini siap membantu pelanggan dengan informasi dan layanan langsung untuk memastikan kebutuhan terpenuhi secara cepat dan efisien.
 
“Selain itu, KAI menambah tenaga operasional seperti petugas cleaning service di stasiun 145 orang, On-Train Cleaning (OTC) 198 orang, dan petugas cuci kereta 147 orang. Penambahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan peningkatan frekuensi perjalanan kereta selama periode Nataru, sehingga kebersihan stasiun dan kereta tetap terjaga dengan optimal,” kata Didiek.
 
Dari segi fasilitas KAI telah melakukan persiapan secara maksimal, mencakup area stasiun, perjalanan di atas kereta, hingga flow penumpang keluar area stasiun.
 
“Kebersihan stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, dan kereta terus dijaga demi memberikan kenyamanan bagi pelanggan,” ungkap Didiek.
 
Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api selama periode Nataru, KAI menyiapkan petugas perawatan prasarana yang siap sedia 24 jam untuk mengawal perjalanan KA dan menambahkan personil siaga yang ditempatkan di lokasi prioritas seperti perlintasan tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi dan daerah pemantauan khusus (Dapsus).
 
Dalam upaya menciptakan perjalanan yang aman, KAI berkolaborasi dengan aparat keamanan, termasuk Polsuska, security, serta melibatkan TNI/Polri. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketertiban selama periode Nataru berjalan kondusif.

“Keselamatan adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. KAI telah mencapai level proaktif dalam menjamin keselamatan perjalanan, dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati terus diperkuat. Melalui tanggung jawab, disiplin, komunikasi keselamatan, dan budaya keselamatan yang kuat, kami akan mewujudkan perjalanan yang aman bagi pelanggan,” jelas Didiek.

Sebagai bagian dari Kementerian BUMN yang berfokus pada pelayanan publik, KAI terus berinovasi untuk mengurangi dampak lingkungan. Salah satunya adalah penyediaan water station di stasiun, penerapan teknologi face recognition, serta penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) dalam layanan makan di atas kereta. KAI juga meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI pada 23 Desember 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih transportasi ramah lingkungan.

Berdasarkan data hari ini Senin, 23 Desember 2024 Pukul 06.00 WIB jumlah tiket KA JJ dan KA Lokal yang sudah terjual untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yaitu 2.059.937 tiket dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan KAI sebanyak 3.572.588. Sejak 19 Desember hingga 23 Desember masa Nataru pada waktu yang sama, KAI telah memberangkatkan 800.066 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari 2.059.937 tiket terjual tersebut terdiri dari 1.804.822 KA JJ atau 65% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Sedangkan untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 255.115 tiket atau 32% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket.

Untuk KA Jarak Menengah/Jauh pemesanan tiket sudah dapat dilakukan H-45, sedangkan KA Lokal sendiri pemesanannya baru dapat dipesan H-30 sebelum keberangkatan dan ada beberapa KA juga yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.

"Jumlah penjualan tiket masih akan terus berubah dinamis dan bertambah karena penjualan masih berlangsung. KAI berharap masyarakat dapat segera memesan tiket dan merencanakan liburan dengan matang untuk perjalanan seru Nataru dengan kereta api," tutup Didiek.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

  Siaran Pers
23 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

“KAI Batik Roadshow” Sambut Ratusan Ribu Wisatawan di Stasiun Yogyakarta Selama Nataru 2024/2025



KAI menggelar “Batik Roadshow” sebagai bagian dari perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Dengan tema “Menelisik Batik, Merawat Riwayat,” pameran ini berlangsung di Stasiun Yogyakarta dari (21-31) Desember 2024. Acara tersebut menyoroti harmoni antara budaya Nusantara, khususnya batik dengan sejarah panjang transportasi kereta api di Indonesia.

Yogyakarta terus menjadi magnet wisata selama masa liburan Nataru. Dari 19 Desember hingga 23 Desember pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 87.710 wisatawan yang menggunakan kereta api jarak jauh telah tiba di dua stasiun besar Kota Yogyakarta, dengan rincian 58.459 penumpang tiba di Stasiun Yogyakarta dan 29.251 penumpang di Stasiun Lempuyangan.

“Secara keseluruhan, penumpang yang tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta termasuk Stasiun Solo Balapan, Wates, Purwosari, dan lainnya sejak 19 Desember hingga 23 Desember pukul 08.00 sudah mencapai 140.586 penumpang. Angka tersebut belum termasuk layanan Commuter Line di Area VI Yogyakarta pada periode 19-22 Desember yang menghantarkan 117.891 pengguna, serta KA Bandara di wilayah Yogyakarta yang menghantarkan 39.926 penumpang,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Sebagai stasiun integrasi, selain kedatangan penumpang kereta jarak jauh, Stasiun Yogyakarta juga mencatat 29.956 pengguna Commuter Line dan 39.926 pengguna KA Bandara dari 19 hingga 22 Desember 2024 tiba. Hal ini menjadikan Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu stasiun integrasi yang banyak disinggahi penumpang kereta api.

“Kami bangga menyambut ratusan ribuan wisatawan yang menjadikan Yogyakarta sebagai pilihan utama selama Nataru. Kota ini menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo pada kesempatan terpisah.

Pameran “Menelisik Batik, Merawat Riwayat” menampilkan 30 koleksi batik Vorstenlanden yang menggambarkan filosofi mendalam dari seni tradisional. Berkolaborasi dengan Lawasan Batik dan Esca Design Studio, pameran ini mengintegrasikan seni instalasi dalam desain interior dengan narasi sejarah kereta api.

“Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu stasiun tertua di Indonesia, menjadi lokasi strategis untuk menyampaikan pesan pelestarian budaya kepada generasi muda. Kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penghubung antartradisi. Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai sejarah dan warisan budaya Indonesia yaitu batik,” tambah Bambang.

Selama pameran berlangsung pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan musik klasik, akustik, dan harmonika, hingga sesi Nyanting & Healing yang mengajak pengunjung merasakan proses membatik secara langsung. Ragam acara ini dirancang untuk mempererat hubungan generasi muda dengan seni dan budaya Nusantara.

“Sebagai salah satu kota wisata, Yogyakarta tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga warisan budaya seperti seni batik, gamelan, dan tarian tradisional. Pameran ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia yang hadir di Stasiun Yogyakarta,” tutup Bambang.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

  Siaran Pers
23 Desember 2024

 

 sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Peluncuran Fitur Carbon Footprint oleh KAI, Solusi Transportasi Efisien dan Ramah Lingkungan



KAI terus memperkuat dedikasinya dalam menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan. Sebagai bagian dari langkah konkret tersebut, hari ini KAI meluncurkan fitur terbaru Bernama Carbon Footprint yang dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI. Peresmian fitur ini berlangsung di Stasiun Gambir pada Senin (23/12), yang dihadiri Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi KAI Group, dan stakeholder KAI  lainnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan apresiasinya atas inovasi terbaru KAI ini yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan.

“Fitur Carbon Footprint merupakan salah satu terobosan penting dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen KAI untuk terus menghadirkan solusi transportasi yang inovatif dan ramah lingkungan,” ujar Kartika.

Kartika juga menambahkan bahwa KAI terus menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti kereta Whoosh, LRT Jabodebek, dan layanan kereta kompartemen yang memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.

“Berbagai inovasi ini menunjukkan bahwa KAI tidak hanya fokus pada keberlanjutan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan untuk masyarakat luas,” imbuhnya.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa fitur Carbon Footprint merupakan inovasi yang mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam layanan transportasi.

“Keberlanjutan dan pelestarian lingkungan adalah prioritas utama dalam pembangunan. Melalui fitur ini, kami ingin menegaskan bahwa kereta api tidak hanya menjadi solusi transportasi yang efisien tetapi juga ramah lingkungan. Inovasi ini adalah langkah nyata KAI untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan dan Net Zero Emisi,” jelas Didiek.

KAI juga terus memperkuat komitmen untuk penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Hasil rating ESG S&P Global untuk KAI telah resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2024 dengan skor 41. Sebagai tahun pertama KAI mengikuti rating ini, skor tersebut merupakan pencapaian yang sangat baik dan menempatkan KAI di posisi yang kompetitif secara global.

“Dengan capaian skor sebesar 41 tersebut, KAI termasuk dalam 20% teratas sektor Transportasi dan Infrastruktur Transportasi di tingkat global. Keberhasilan ini mencerminkan keseriusan dan dedikasi KAI dalam memulai perjalanan keberlanjutan di tahun pertama proses penilaian ESG. Skor ini juga menjadi dasar yang kuat bagi KAI untuk terus memperbaiki kinerja ESG, membangun reputasi sebagai perusahaan transportasi massal yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada target keberlanjutan global,” ujar Didiek.

Fitur Carbon Footprint kini telah tersedia pada versi terbaru aplikasi Access by KAI (versi 6.9.11) yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. Fitur ini memberikan estimasi emisi karbon setiap perjalanan yang dilakukan pelanggan.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan fitur ini memberikan edukasi nyata bahwa kereta api adalah moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan moda lain seperti mobil pribadi.

“Dengan fitur ini, pelanggan dapat memahami dampak positif dari penggunaan kereta api dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini diharapkan mendorong kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi yang lebih berkelanjutan,” jelas Anne.

Anne menambahkan bahwa fitur Carbon Footprint juga menjadi alat transparansi.

“Kami ingin memastikan bahwa pelanggan memahami kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan. Fitur ini sekaligus menjadi referensi untuk program loyalitas pelanggan dan perhitungan emisi perjalanan dengan kereta api,” jelasnya.

Ia mencontohkan, emisi karbon perjalanan menggunakan KA Probowangi dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Ketapang adalah sebesar 2,94 kg CO₂e. Sementara itu, perjalanan dengan mobil pribadi di rute yang sama menghasilkan emisi karbon sebesar 8,79 kg CO₂e, hampir tiga kali lipat lebih besar.

Perhitungan emisi karbon pada fitur Carbon Footprint mengacu pada regulasi nasional seperti SNI ISO 14064-1:2018, serta pedoman internasional seperti Kyoto Protocol dan GHG Protocol. Validasi dilakukan melalui studi literatur, benchmarking, dan konsultasi dengan ahli transportasi, konsultan carbon accounting, serta lembaga pemerintah terkait.

“Inovasi fitur Carbon Footprint ini melengkapi berbagai langkah KAI dalam mendukung keberlanjutan. Sebelumnya, KAI telah menghadirkan teknologi face recognition untuk mengurangi sampah kertas dan menyediakan water station guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai serta penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) pada layanan makan di atas kereta,” ujar Anne.

Anne menegaskan bahwa fitur ini adalah salah satu wujud nyata KAI dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission.

 “Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke kereta api, menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

  Siaran Pers
23 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Apel Gelar Pasukan, KAI Siap Hadirkan Pengalaman Perjalanan Nataru Seru yang Aman, Nyaman, dan Berkelanjutan


Menyambut liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), KAI mengawali masa operasionalnya dengan Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru di Halaman Parkir Stasiun Gambir pada Senin (23/12). Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang bertindak sebagai pembina apel menyampaikan pentingnya sinergi, kewaspadaan, dan pelayanan optimal dalam operasional kereta api selama Nataru.

“Apel ini adalah awal dari komitmen bersama untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat. Dengan meningkatnya volume penumpang selama libur Nataru, kesiapan armada, personel, serta prasarana sangatlah penting untuk memastikan operasional yang aman dan lancar. Kami percaya, dengan kerja sama yang solid di antara seluruh jajaran KAI, kita mampu memberikan pelayanan prima yang tidak hanya aman tetapi juga nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Kartika.

Ia juga menekankan peran penting pengawasan dan peningkatan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana serta perlintasan sebidang.

“Keberhasilan Posko Nataru tidak hanya diukur dari kelancaran perjalanan tetapi juga dari upaya kita meminimalkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, seluruh Insan KAI diharapkan menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. Semoga masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini berjalan dengan sukses, lancar, dan aman bagi semua pihak,” tambahnya.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo turut menekankan pentingnya tiga hal yaitu safety, sustainability, dan inovasi pelayanan dalam mendukung kelancaran operasional Nataru.

“Seperti yang kita ketahui bersama, masa angkutan Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu momen tersibuk dan terpenting dalam operasional KAI. Keberhasilan KAI selama tahun ini menjadi dasar kuat bagi kita untuk menyambut tantangan Nataru. Hingga November 2024, kita telah mengangkut 421 juta penumpang dan meningkatkan angkutan barang menjadi 63 juta ton, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat ketepatan waktu kereta api juga membanggakan, dengan on-time performance keberangkatan penumpang mencapai 99,76% dan kedatangan 96,20%, sementara kereta barang mencapai 95% untuk keberangkatan dan 90,36% untuk kedatangan,” ujar Didiek.

Ia menambahkan, melalui disiplin, komunikasi keselamatan yang baik, serta budaya keselamatan yang kuat, KAI akan terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman bagi semua pelanggan.

“Keselamatan adalah prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. KAI telah mencapai level proaktif dalam menjamin keselamatan perjalanan, dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati terus diperkuat. Melalui tanggung jawab, disiplin, komunikasi keselamatan, dan budaya keselamatan yang kuat, kita akan mewujudkan perjalanan yang aman bagi pelanggan,” kata Didiek.

Untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggan selama periode Nataru yang berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, KAI telah mempersiapkan berbagai langkah strategis. KAI mengoperasikan 56 KA tambahan yang terdiri dari 52 kereta jarak menengah dan jauh kelas Komersial, 2 kereta jarak jauh PSO, serta 2 kereta lokal Komersial, dengan total kapasitas tambahan 491.976 tempat duduk untuk kereta jarak menengah dan jauh, 10.600 tempat duduk untuk kereta PSO, dan 14.600 tempat duduk untuk kereta lokal Komersial.

Sebagai upaya mendukung kelancaran operasional, KAI juga menambah 777 personel operasional, termasuk Penjaga Jalan Lintas (PJL), Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), dan Petugas Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus). Selain itu, 170 Customer Service Mobile (CSM) akan bertugas di 39 stasiun di berbagai wilayah operasional untuk memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan.

“Penambahan personel ini termasuk 145 petugas kebersihan stasiun, 198 On-Train Cleaning (OTC), dan 147 petugas pencucian kereta. Langkah ini memastikan kebersihan tetap terjaga optimal di tengah peningkatan jumlah perjalanan kereta,” jelas Didiek.

KAI juga menempatkan personel siaga di lokasi strategis, termasuk perlintasan tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi, serta mengerahkan petugas perawatan prasarana yang siap 24 jam. KAI memperkuat kerja sama dengan aparat keamanan, termasuk Polsuska, petugas keamanan internal, serta aparat TNI dan Polri, guna menjaga ketertiban selama periode Nataru.

Sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, KAI terus mengimplementasikan berbagai inisiatif ramah lingkungan. Salah satunya adalah penyediaan water station di stasiun, penerapan teknologi face recognition, serta penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) dalam layanan makan di atas kereta. Selain itu, KAI meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI mulai hari ini untuk mendukung kesadaran lingkungan.

“Dengan berbagai inovasi dan komitmen terhadap keberlanjutan, KAI terus memperkuat peranannya sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Kami berharap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan selama masa liburan ini,” tegas Didiek.

KAI juga menghadirkan layanan baru selama Nataru seperti Java Priority dan Direct Train, untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih istimewa bagi pelanggan.

“Dengan kolaborasi dan kerja keras seluruh insan KAI, kami berkomitmen untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Mari kita bersama-sama mewujudkan layanan terbaik selama angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dengan zero accident,” tutup Didiek.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

  Siaran Pers
23 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KAI Luncurkan Track-Mod dan Smart Rail untuk Tingkatkan Keselamatan Prasarana Kereta Api



KAI melalui Direktorat Keselamatan dan Keamanan resmi meluncurkan dua inovasi terbaru dalam pemeliharaan prasarana kereta api, Track-Mod dan Smart Rail, yang diserah terimakan kepada Direktorat Pengelolaan Prasarana KAI di Stasiun Bandung, Jumat (20/12). Peluncuran kedua produk inovasi ini diawali dengan demonstrasi di Emplasemen Stasiun Bandung.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Dadan Rudiansyah mengatakan bahwa inovasi ini akan memberikan dampak positif terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan kerja. "Dengan inovasi ini, kami berharap dapat menjawab tantangan terkait kondisi prasarana serta memenuhi regulasi dan standar yang ada," ujarnya.

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto menambahkan bahwa pemeliharaan prasarana, khususnya kondisi jalan rel, merupakan faktor krusial dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. "Inovasi ini bukan sekadar teknologi baru, tetapi solusi yang benar-benar berdampak pada peningkatan keselamatan operasional kereta api," jelasnya.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa Track-Mod dan Smart Rail merupakan hasil karya pegawai KAI yang telah dikembangkan sejak awal tahun 2024 untuk memperkuat digitalisasi dan meningkatkan keselamatan di sektor prasarana kereta api.

"Track-Mod adalah alat ukur geometri jalur yang mampu mengumpulkan data secara real-time dengan validitas tinggi dalam pemeriksaan. Alat ini dirancang khusus untuk memantau dan mengukur parameter geometri jalur kereta api 1.067 mm dengan presisi tinggi," ujar Anne.

Lebih lanjut Anne menjelaskan keunggulan Track-Mod meliputi efisiensi, presisi, hemat biaya, pemeliharaan optimal, serta kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini. Alat ini dapat dioperasikan oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) atau diintegrasikan dengan Lori Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ).

Sementara itu, Smart Rail hadir sebagai alat ukur portabel yang dirancang untuk mengukur kondisi jalan rel kereta api berdasarkan parameter goyangan keras. "Smart Rail menggunakan sensor pengukuran deteksi tiga sumbu yang terintegrasi dengan aplikasi smartphone Android, sehingga memberikan data yang lebih objektif dan efisien dalam pemeliharaan serta deteksi anomali," tambah Anne.

Sebelum diimplementasikan, kedua inovasi ini telah melalui serangkaian riset dan uji coba ketat untuk memastikan kualitas dan kehandalannya dalam memenuhi kebutuhan prasarana kereta api.

"Inovasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional dan penghematan biaya, tetapi juga pada peningkatan keselamatan perjalanan kereta api. Dengan kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini dan memberikan data yang lebih akurat, Track-Mod dan Smart Rail membantu memastikan kondisi prasarana tetap terjaga dengan baik sehingga mitigasi risiko terhadap gangguan perjalanan kereta api dapat diminimalisir," tutup Anne.



Anne Purba
Vice President Public Relations KAI

  Siaran Pers
21 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release