Thursday, January 9, 2025

Hari Ini Lonjakan Arus Balik Penumpang Nataru, Penjualan Tiket KA Jarak Jauh dan Lokal Mencapai 3.672.144 Penumpang


Pada 5 Januari 2025 Daop 1 Jakarta diperkirakan kedatangan 44.875 penumpang, tertinggi selama Nataru, KAI Ingatkan Ketentuan Bagasi

Pada hari ini 5 Januari 2025, terjadi lonjakan arus balik penumpang Nataru (Natal dan Tahun Baru). KAI mencatatkan jumlah penjualan tiket untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal mencapai 3.672.144 penumpang selama 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 yang terekap hingga 5 Januari 2025 Pukul 06.00 WIB. Salah satu data yang menonjol adalah kedatangan penumpang tertinggi yang tercatat di Daop 1 Jakarta, dengan total 44.875 penumpang yang akan tiba pada hari ini. Angka ini masih memungkinkan terus bertambah karena proses penjualan tiket masih berlangsung.

“Di tengah lonjakan arus balik yang diperkirakan akan memadati stasiun-stasiun di seluruh Indonesia hari ini, KAI kembali mengingatkan para penumpang untuk memperhatikan ketentuan bagasi guna menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Anne menjelaskan, pelanggan dibolehkan membawa bagasi tanpa dikenakan bea dengan berat maksimum 20 kg dan volume maksimum 100 dm3 dengan dimensi maksimal 70 x 48 x 30 cm. Bagasi tersebut sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item bagasi).

Jika saat boarding di stasiun pelanggan diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan, pelanggan akan dikenakan bea sebesar Rp10.000 per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp2.000 per kg untuk kelas ekonomi.

Barang bawaan pelanggan dapat diletakkan pada rak bagasi di atas tempat duduk atau diletakkan di tempat lain yang tidak mengganggu atau membahayakan pelanggan lain serta yang tidak menimbulkan kerusakan pada kereta.

Sejak 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 masa Nataru Pukul 06.00 WIB, KAI telah memberangkatkan 3.501.774 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari 3.672.144 tiket terjual tersebut terdiri dari 2.975.025 KA JJ atau 107% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 697.119 tiket atau 87% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket.

Untuk KA Jarak Menengah/Jauh pemesanan tiket sudah dapat dilakukan H-45, sedangkan KA Lokal sendiri pemesanannya baru dapat dipesan H-30 sebelum keberangkatan dan ada beberapa KA juga yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.


Berikut update penjualan tiket pantauan pada Minggu, 5 Januari 2025 Pukul 06.00 WIB:

-    H-6 (19 Desember 2024): 163.674 Penumpang Closed

-    H-5 (20 Desember 2024): 200.897 Penumpang Closed

-    H-4 (21 Desember 2024): 212.570 Penumpang Closed

-    H-3 (22 Desember 2024): 223.186 Penumpang Closed

-    H-2 (23 Desember 2024): 206.077 Penumpang Closed

-    H-1 (24 Desember 2024): 223.443 Penumpang Closed

-    H (25 Desember 2024): 207.324 Penumpang Closed

-    H+1 (26 Desember 2024): 210.826 Penumpang Closed

-    H+2 (27 Desember 2024): 206.865 Penumpang Closed

-    H+3 (28 Desember 2024): 214.032 Penumpang Closed

-    H+4 (29 Desember 2024): 234.584 Penumpang Closed

-    H+5 (30 Desember 2024): 200.758 Penumpang Closed

-    H+6 (31 Desember 2024): 182.912 Penumpang Closed

-    H (1 Januari 2025): 210.106 Penumpang Closed

-    H+1 (2 Januari 2025): 202.283 Penumpang Closed

-    H+2 (3 Januari 2025): 196.577 Penumpang Closed

-    H+3 (4 Januari 2025): 205.660 Penumpang Closed

-    H+4 (5 Januari 2025): 170.370 Penumpang Dinamis

“Arus balik liburan Nataru hingga saat ini sudah terpantau padat bahkan beberapa kereta yang menjadi primadona okupansinya sudah melebihi dari 100% seperti KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KA Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, KA Putri Deli, KA Matarmaja, KA Logawa, KA Bangunkarta, dan masih banyak KA lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera,” tutup Anne.

Catatan: Tingkat okupansi kereta api yang melebihi angka 100 persen disebabkan adanya penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
5 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel Capai Rekor Penumpang Tertinggi pada Malam Pergantian Tahun 2024-2025


KAI Group mencatatkan lonjakan luar biasa dalam layanan transportasi selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Terutama pada malam pergantian tahun (31 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025), tiga moda transportasi utama yaitu LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel berhasil mencapai rekor jumlah penumpang tertinggi pada malam pergantian tahun tersebut dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

“LRT Jabodebek tercatat melayani 156.490 pengguna dalam dua hari, yaitu pada 31 Desember 2024 dan 1 Januari 2025. Commuter Line juga mengalami lonjakan signifikan dengan total penumpang mencapai 2.317.989 pengguna selama dua hari tersebut, sementara LRT Sumsel melayani 59.398 pengguna. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi massal yang aman dan efisien di daerah Jabodebek dan Sumsel untuk bepergian dengan moda transportasi kereta karena bebas macet,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Lonjakan ketiga moda transportasi tersebut dikarenakan KAI bekerja sama dengan DJKA Kemenhub memperpanjang jam operasionalnya hingga 24 jam pada malam pergantian tahun. Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi yang aman dan mudah di malam hari.

"Penambahan jam operasional selama malam pergantian tahun merupakan upaya KAI Group untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna yang merayakan Tahun Baru dan memastikan akses transportasi yang lancar dan aman," ujar Anne.

Selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dari 19 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025 Pukul 06.00, KAI Group berhasil melayani total 22.924.407 penumpang di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pencapaian ini mencakup layanan dari berbagai moda transportasi, yaitu KAI Induk (3.295.888 penumpang), KA Makassar-Parepare (10.445 penumpang), LRT Sumsel (279.400 penumpang), KAI Commuter (17.418.341 penumpang), KAI Bandara (343.205 penumpang), KAI Wisata (12.189 penumpang), KCIC (331.854 penumpang), dan LRT Jabodebek (1.067.530 penumpang).

“Angka tersebut tentunya menjadi gambaran bahwa kereta api saat ini semakin aman, nyaman, dan terintegrasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan. Pada 19 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025, tiket yang terjual untuk KA Jarak Jauh (KA JJ) dan KA Lokal mencapai 3.600.905 tiket, dengan rincian 2.924.767 tiket KA Jarak Jauh atau 106% dari kapasitas yang disediakan dan 676.138 tiket KA Lokal atau 84% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

“KAI Group akan terus mengembangkan pentingnya integrasi antar moda transportasi dalam mendorong lonjakan pengguna. Contohnya seperti LRT Jabodebek yang terintegrasi, tentunya akan memudahkan masyarakat untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya, seperti Commuter Line, MRT Jakarta, KA Bandara, Transjakarta, hingga layanan kereta cepat Whoosh. Keterhubungan ini memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi pengguna dalam merencanakan perjalanan,” tukas Anne.

Selain itu, KAI Group juga terus berupaya menjaga kualitas layanan, mulai dari kenyamanan, ketepatan waktu, hingga inovasi teknologi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi masyarakat.

“KAI juga terus berinovasi untuk mengurangi dampak lingkungan. Salah satunya adalah penyediaan water station di stasiun, penerapan teknologi face recognition, serta penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) dalam layanan makan di atas kereta. KAI juga meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI pada 23 Desember 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih transportasi ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk menghadirkan solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia, mendukung mobilitas yang efisien, aman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
4 Januari 2025

 

 sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Friday, January 3, 2025

KAI Resmikan Penataan Stasiun Banyuwangi Kota



KAI Dukung Peningkatan Wisata di Banyuwangi

Stasiun Banyuwangi Kota yang berada di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi diresmikan kembali operasionalnya setelah dilakukan penataan. Peresmian penataan Stasiun Banyuwangi Kota dilakukan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Sekda Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Jumat 3 Januari 2025.

“Penataan Stasiun Banyuwangi Kota sudah dimulai sejak Maret 2024, hari ini Jumat (3/1) bertepatan dengan akhir Posko Angkutan Nataru 2024/2025 diresmikan penggunaannya,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Didiek menambahkan, tema yang diambil dalam penataan Stasiun Banyuwangi Kota adalah “Ethnic Vernakular serta Modern”. Ethnic vernakular adalah ekspresi budaya etnis yang tercermin dalam arsitektur vernakular, yang tercipta pada bentukan atap khas Banyuwangi yakni atap Rumah Adat Osing.

Sedangkan unsur modern dibentuk pada pemilihan material terkini seperti clay material (material alami yang memiliki tekstur halus, berbutir halus, dan menyerupai plat), homogenous tile (modifikasi dari marmer atau granit alam) serta unsur kearifan nusantara yang dibuat modern seperti anyaman rotan sintetis, pemakaian unsur kayu, serta symbol batik Gajah Oling sebagai aksennya.

Beberapa pekerjaan yang dilakukan selama 9 bulan proses penataan stasiun diantaranya pembangunan gedung stasiun baru, perluasan dan penataan parkir, pembuatan plaza (ruang terbuka untuk umum), pembangunan selasar dan pengaturan ulang alur penumpang.

“Stasiun Banyuwangi Kota adalah salah satu gerbang masuk Kabupaten Banyuwangi, untuk itu KAI berharap ini bisa menjadi salah satu ikon baru dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Selama Tahun 2024, Stasiun Banyuwangi Kota telah digunakan untuk naik dan turun sebanyak 842.562  penumpang. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 7% dibanding jumlah penumpang di tahun 2023 yang melayani 791.184 penumpang. Sedangkan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, rata-rata perhari pengguna kereta api di Stasiun Banyuwangi Kota sebanyak 3 ribu penumpang.

Pengguna kereta api di Stasiun Banyuwangi Kota dan juga stasiun-stasiun lain yang ada di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan akan terus tumbuh. Hal itu terlihat dari okupansi KA Blambangan Ekspres, sejak diperpanjang relasinya menjadi dari Ketapang tujuan Pasar Senen, tingkat keterisian tempat duduk harian mencapai 150% dari kapasitas 416 tempat duduk. Bahkan pada Angkutan Nataru 2024/2025, okupansi harian tertinggi mencapai 245% atau 1.019 penumpang sekali jalan.

Selain itu, beroperasinya kembali KA Mutiara Timur yang merupakan salah satu kereta api ikon di wilayah tapal kuda, dengan relasi Stasiun Ketapang - Stasiun Surabaya Pasar Turi secara reguler, turut mempermudah pergerakan masyarakat yang akan berwisata ke Banyuwangi ataupun sebaliknya. Dengan rata-rata penumpang harian mencapai 80% dari kapasitas 488 tempat duduk. Pada Angkutan Nataru 2024/2025, volume penumpang tertinggi mencapai 113% persen dari kapasitas atau 551 penumpang.

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi dan semua pihak yang telah mendukung proses penataan Stasiun Banyuwangi Kota hingga bisa selesai seperti sekarang. Sarana dan prasarana di stasiun sudah diperbaharui dan diperbaiki, KAI berharap partisipasi semua pihak untuk ikut merawat dan menjaga, agar Stasiun Banyuwangi Kota tetap bisa menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” tutup Didiek.



Vice President Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
3 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Naik Turun Penumpang Meningkat di Stasiun Jatinegara Selama Nataru 2024/2025



Integrasi antar moda di stasiun jatinegara sangat efektif mendukung konektifitas masyarakat

Selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025, Stasiun Jatinegara mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang. Berdasarkan pantauan selama masa Nataru sampai dengan akhir tahun 2024 (19 s.d 31 Desember), secara kumulatif, stasiun ini telah melayani 67.435 penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ). Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 146% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatat 46.132 penumpang.  Sementara itu, layanan KAI Commuter di Stasiun Jatinegara mencatat 127.961 penumpang naik dan 113.122 penumpang turun pada periode yang sama.

“Peningkatan jumlah penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara didukung oleh kemudahan akses stasiun tersebut sebagai titik temu Commuter Line yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Jakarta, seperti Sudirman, Tanah Abang, Kemayoran, Bekasi, dan Cikarang,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Untuk mengatasi potensi kepadatan lalu lintas pada momen-momen tertentu, Stasiun Jatinegara juga difungsikan sebagai alternatif keberangkatan KA JJ dengan penerapan rekayasa operasional, seperti yang dilakukan pada perayaan malam Tahun Baru 2025.

“Pada malam tahun baru saja, Stasiun Jatinegara melayani 5.105 penumpang KA JJ dan 22.079 penumpang Commuter Line. Kemudahan seperti pemberhentian dan interkoneksi di Stasiun Jatinegara diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif keberangkatan,” tambah Anne.

KAI terus mendorong penggunaan moda transportasi kereta api sebagai solusi mobilitas yang nyaman dan efisien. Dengan integrasi beberapa moda transportasi, termasuk KAJJ, Commuter Line, kereta bandara, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek, memberikan masyarakat pilihan perjalanan yang lebih praktis.

“Pada malam Tahun Baru 2025, moda transportasi kereta api, seperti LRT Jabodebek dan KAI Commuter, berperan signifikan dalam mengurangi kemacetan di kawasan Jabodetabek. LRT Jabodebek mencatat 156.490 pengguna, meningkat 132% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, layanan Commuter Line mencatat 1.276.209 penumpang,” jelas Anne.

“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan di ibu kota. KAI juga menyediakan berbagai fasilitas unggulan untuk mendukung inklusivitas, termasuk layanan bagi ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
3 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Integrasi Transportasi Dorong Peningkatan 132% Pengguna LRT Jabodebek di Momen Pergantian Tahun



Rekor LRT Angkut 156.490 Pengguna

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan lonjakan pengguna LRT Jabodebek selama pergantian tahun 2024-2025. Dalam dua hari, 31 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, LRT Jabodebek melayani total 156.490 pengguna, meningkat tajam sebesar 132% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan 67.280 pengguna.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap LRT Jabodebek. “Angka ini mencerminkan peran penting LRT Jabodebek dalam menyediakan moda transportasi modern yang aman dan terintegrasi, terutama pada momen spesial seperti pergantian tahun,” ujar Anne.

Pada 31 Desember 2024, LRT Jabodebek melayani 92.682 pengguna yang memanfaatkan moda ini untuk menuju berbagai lokasi perayaan. Keesokan harinya, pada 1 Januari 2025, sebanyak 63.808 orang menggunakan layanan ini untuk bepergian di hari libur Tahun Baru.

Stasiun-stasiun yang memiliki akses konektivitas tinggi menjadi favorit pengguna selama periode ini. Stasiun Dukuh Atas BNI, yang terhubung dengan Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, dan Transjakarta, mencatat 33.831 pengguna tap in dan 35.404 pengguna tap out. Lokasinya di pusat kegiatan masyarakat menjadikannya salah satu stasiun tersibuk. Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan Commuter Line dan Transjakarta, melayani 13.312 pengguna tap in dan 12.724 pengguna tap out.

Masyarakat juga memilih LRT Jabodebek sebagai transportasi lanjutan dari dan menuju Stasiun Halim Whoosh. Stasiun Halim LRT Jabodebek yang terkoneksi dengan layanan Whoosh mencatatkan 2.956 pengguna tap in dan 1.984 pengguna tap out.

"Integrasi moda transportasi di stasiun-stasiun menjadi dorongan lonjakan pengguna LRT Jabodebek. Konektivitas dengan moda transportasi lain, seperti Commuter Line, MRT Jakarta, KA Bandara, Transjakarta, hingga layanan kereta cepat Whoosh, memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna, tetapi juga memperluas jangkauan layanan LRT Jabodebek sebagai bagian dari sistem transportasi yang terhubung," ujar Anne

Untuk memberikan layanan maksimal selama pergantian tahun, LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional hingga tengah malam. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati perayaan dengan tenang dan tetap memiliki akses transportasi yang aman.

Dengan lonjakan pengguna yang signifikan, KAI optimistis bahwa LRT Jabodebek akan terus menjadi bagian dalam mobilitas masyarakat. KAI berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan terus berinovasi agar LRT Jabodebek dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat secara optimal.



Vice President Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
3 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KAI Siapkan Pengering Payung di Stasiun, Berikan Kenyamanan Selama Nataru yang Jatuh Pada Musim Penghujan



Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2025. Untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para pelanggan kereta api, KAI mengizinkan pelanggan untuk membawa payung, dengan syarat tidak mengganggu kenyamanan pelanggan lain selama perjalanan.

“KAI memberikan izin bagi para penumpang untuk membawa payung selama musim hujan ini, dengan ketentuan bahwa payung tersebut tidak mengganggu kenyamanan pelanggan lain. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan tambahan bagi pelanggan yang bepergian di tengah cuaca hujan,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan, saat ini KAI telah menyediakan fasilitas pengering payung di beberapa stasiun di Indonesia, di antaranya Stasiun Cirebon, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Jember, dan Stasiun Purwokerto. KAI menargetkan fasilitas ini akan hadir di 58 stasiun di wilayah Jawa dan Sumatera. Payung juga dapat dibawa oleh penumpang kereta api KAI Group lainnya, seperti Commuter Line, Whoosh, KA Bandara, dan LRT Jabodebek.

“Berdasarkan data hari ini Jumat, 3 Januari 2025 Pukul 06.00 WIB jumlah tiket KA JJ dan KA Lokal yang sudah terjual untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yaitu 3.503.919 tiket dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan KAI sebanyak 3.572.588 penumpang,” jelas Anne.

Sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 masa Nataru pada waktu yang sama, KAI telah memberangkatkan 3.099.333 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari 3.503.919 tiket terjual tersebut terdiri dari 2.854.009 KA JJ atau 103% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 649.910 tiket atau 81% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket.

Untuk KA Jarak Menengah/Jauh pemesanan tiket sudah dapat dilakukan H-45, sedangkan KA Lokal sendiri pemesanannya baru dapat dipesan H-30 sebelum keberangkatan dan ada beberapa KA juga yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.

“Pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 KAI Group menyediakan total 44.754.280 tempat duduk yang terdiri 3.572.588 Penumpang KAI, 35.407.300 Penumpang KAI Commuter, 4.142.520 Penumpang LRT Jabodebek, 588.304 Penumpang LRT Sumsel, 7.416 Penumpang KAI Wisata, 487.728 Penumpang KAI Bandara, 29.160 Penumpang KA Makassar-Parepare dan 519.264 Penumpang KCIC,” tutup Anne.


KAI mengimbau agar pelanggan meluangkan waktu yang cukup untuk datang ke stasiun dan segera memesan tiket untuk memperoleh tempat duduk sesuai jadwal perjalanan yang diinginkan.

VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
3 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

KAI Dampingi BPH Migas Pantau Pemanfaatan BBM Subsidi, KA Perintis Makassar – Parepare Semakin Diminati untuk Mendorong Pariwisata dan Peningkatan Ekonomi Daerah


Dalam rangka memastikan kelancaran operasional transportasi kereta api pada periode Nataru 2024-2025, KAI mendampingi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang digunakan untuk mendukung perjalanan KA Perintis Makassar – Parepare pada Kamis (02/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur SDM dan Umum KAI Rosma Handayani beserta jajaran, Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dan Iwan Prasetya Adhi beserta jajaran serta stakeholder KAI lainnya.

Direktur SDM dan Umum KAI Rosma Handayani menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas atas kerjasama yang telah terjalin.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan BPH Migas, terutama terkait dengan pengoperasian KA Perintis Makassar – Parepare, yang kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat Sulawesi Selatan untuk berwisata dan menjadi kereta api pertama di Pulau Sulawesi," ujar Rosma.

Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas berharap pemanfaatan BBM subsidi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya selama periode Nataru.

“Manfaat KA Perintis Makassar-Parepare juga tentunya akan dirasakan masyarakat pada dua bulan mendatang saat Lebaran. Harapannya, penyesuaian kuota distribusi dapat dilakukan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan pengoperasikan kereta api,” kata Wahyudi.

Anggota Komite BPH Migas lainnya Iwan Prasetya Adhi menyampaikan harapannya agar frekuensi KA Makassar – Parepare dapat ditingkatkan, mengingat kereta api lebih hemat biaya dan memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi lainnya.

Kegiatan tersebut dimulai dengan rapat koordinasi, kemudian dilakukan inspeksi lokasi pengisian BBM di beberapa titik strategis yang melayani kebutuhan operasional kereta api. Setelah itu, dilaksanakan tinjauan langsung ke sarana kereta api untuk memastikan kelancaran pengisian BBM. Kegiatan tersebut juga diisi dengan perjalanan inspeksi menggunakan KA Perintis yang menempuh rute Depo – Stasiun Maros – Stasiun Mandai – Stasiun Maros.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa distribusi BBM bersubsidi berjalan dengan baik. Ia berharap dengan kerjasama tersebut, KA Perintis Makassar-Parepare tidak hanya dapat menjadi sarana transportasi, tetapi juga sebagai pendorong perekonomian dan pariwisata di Sulawesi Selatan.

“Kami berharap, sinergi ini dapat terus berlanjut demi pelayanan terbaik kepada masyarakat. KAI memproyeksikan jumlah penumpang KA Makassar – Parepare pada tahun 2025 akan mencapai lebih dari 342.000 orang dengan peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi terjadi pada periode Angkutan Lebaran sekitar bulan Maret hingga April, liburan semester genap sekolah dan angkutan Nataru,” ungkap Anne.
 
Anne mengatakan, sebagai informasi KA Perintis Makassar – Parepare terus mencatatkan angka volume yang semakin meningkat. Pada tahun 2022, jumlah penumpang tercatat sebanyak 12.160 orang, kemudian melonjak menjadi 215.570 orang pada tahun 2023.

“Selama tahun 2024 ini, volume penumpang KA Perintis Makassar-Parepare bahkan sudah mencapai 279.381 orang. Melalui dukungan BPH Migas dalam penyediaan BBM subsidi yang tepat sasaran, KAI berharap dapat terus meningkatkan layanan transportasi kereta api, serta memberikan manfaat yang lebih besar lagi baik untuk mobilitas masyarakat maupun untuk perkembangan ekonomi lokal dan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan,” jelas Anne.

Anne juga menegaskan, pemanfaatkan BBM subsidi yang diamanahkan akan KAI kelola dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Sebagai bagian dari komitmen KAI untuk menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG), KAI berkomitmen untuk memastikan penggunaan BBM subsidi dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan efisien, guna mendukung kelancaran operasional dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung perekonomian daerah,” tutup Anne.


Catatan:

KA Perintis Makassar – Parepare dioperasikan oleh konsorsium KA Sulsel, yang terdiri dari KAI dan PT SCI sebagai operator sarana, serta Balai Pengelola KA Sulsel (DJKA) sebagai pengelola. Operator prasarana dikelola oleh PT CRI, yang merupakan gabungan dari PT PP, ChinaRail, dan PT Bumikarsa.

KA ini menggunakan sarana kereta api KRDE trainset 1 dan 2, dengan kapasitas maksimal masing-masing 278 orang. Rute perjalanan mencakup beberapa stasiun yang sudah beroperasi seperti Mandai, Maros, Ramang-ramang, Pangkajene, Mangilu, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong. Dengan rute perjalanan seperti Mandai – Garongkong (KA Lontara) dan Garongkong – Mangilu (KA Andalan Celebes)

KA ini menempuh jarak 82 km untuk Mandai – Garongkong dan 58 km untuk Mangilu – Garongkong dengan frekuensi 6 perjalanan per hari


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran pers
2 Januari 2025

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Pemesanan Tiket KA Februari 2025 Dibuka Secara Bertahap



Seiring dengan telah selesainya finalisasi Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, penjualan tiket kereta api antarkota untuk perjalanan di bulan Februari 2025 sudah dapat dilakukan secara bertahap. KAI dan DJKA Kemenhub terus berkolaborasi dalam meningkatkan layanan perkeretaapian di Indonesia.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan perubahan Gapeka 2025 merupakan bagian dari upaya KAI dan DJKA Kemenhub untuk meningkatkan layanan transportasi kereta api di Indonesia. Beberapa peningkatan yang dilakukan meliputi peningkatan keselamatan, keandalan prasarana dan sarana, kecepatan perjalanan, serta kapasitas angkut.

“Dalam aspek keselamatan, jadwal perjalanan kereta api semakin optimal dengan jadwal perjalanan yang jauh lebih terencana sesuai update sarana dan prasarana terkini. Keandalan prasarana dan sarana juga ditingkatkan melalui modernisasi infrastruktur rel dan penambahan armada kereta api yang lebih andal,” kata Anne.

Dari segi kecepatan, Gapeka 2025 berhasil mengurangi waktu perjalanan kereta api antarkota di Jawa hingga total 2.551 menit per hari. Kapasitas angkut juga ditingkatkan dengan penambahan 20 perjalanan kereta api antarkota Jawa dan perpanjangan relasi untuk menjangkau lebih banyak daerah.

“Seiring dengan telah selesainya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, penjualan tiket kereta api antarkota di bulan Februari 2025 sudah dapat dilakukan mulai hari ini secara bertahap. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap, sehingga apabila terdapat perjalanan kereta api yang belum tersedia di platform penjualan seperti Access by KAI dan web kai.id, pelanggan dapat melakukan pengecekan secara berkala,” ungkap Anne.

Saat ini, penjualan tiket kereta api antarkota dapat dilakukan H-30 sebelum keberangkatan, dan bertahap akan disesuaikan kembali menjadi H-45 sebelum keberangkatan. Pelanggan yang memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121 atau media sosial resmi @KAI121.

“KAI akan segera memberikan informasi melalui rilis secara bertahap untuk menginformasikan bagaimana update penyesuaian Gapeka ini terinput di seluruh kanal penjualan tiket KAI. KAI berharap inovasi yang dihadirkan melalui Gapeka 2025 dapat meningkatkan kualitas perjalanan kereta api secara menyeluruh,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
31 Desember 2024

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

Selama Nataru, KAI Berangkatkan 2,5 Juta Penumpang: Ini 10 Stasiun Keberangkatan Tertinggi dan Relasi Terpadat


Selama 13 Hari Masa Nataru dari tanggal 19 Desember hingga 31 Desember pukul 06.00 WIB, KAI sudah melayani 2.504.085 pelanggan KA Jarak Jauh dan KA Lokal berangkat dari dan ke berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Selama periode Nataru dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 total 3.172.722 tiket terjual yang terdiri dari 2.609.238 KA JJ atau 94% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 563.484 tiket atau 70% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Selama masa Nataru, stasiun-stasiun di berbagai daerah mencatat jumlah keberangkatan yang tertinggi. Berikut daftar 10 stasiun dengan keberangkatan penumpang tertinggi:


1.    Pasarsenen: 253.982 Penumpang
2.    Yogyakarta: 178.133 Penumpang
3.    Gambir: 171.271 Penumpang
4.    Semarang Tawang Bank Jateng: 103.979 Penumpang
5.    Surabaya Gubeng: 101.912 Penumpang
6.    Lempuyangan: 101.206 Penumpang
7.    Surabaya Pasarturi: 94.667 Penumpang
8.    Bandung: 94.161 Penumpang
9.    Semarang Poncol: 92.390 Penumpang
10.    Purwokerto: 83.359 Penumpang

Arus liburan menuju kota-kota tujuan favorit hari ini sudah mulai terlihat seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto yang sudah mulai banyak kedatangan banyak penumpang.


Berikut 10 relasi terpadat selama periode Nataru:

1.    Gambir-Yogyakarta: 35.782 Penumpang
2.    Yogyakarta -Gambir: 35.256 Penumpang
3.    Lempuyangan-Pasarsenen: 32.133 Penumpang
4.    Pasarsenen-Lempuyangan: 32.005 Penumpang
5.    Gambir-Bandung: 26.632 Penumpang
6.    Bandung-Gambir: 25.571 Penumpang
7.    Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir: 25.424 Penumpang
8.    Gambir-Semarang Tawang Bank Jateng: 25.028 Penumpang
9.    Pasarsenen – Yogyakarta: 22.586 Penumpang
10.    Yogyakarta – Surabaya Gubeng: 21.146 Penumpang

“Kami berterima kasih atas kepercayaan pelanggan yang memilih kereta api untuk menemani momen spesial Nataru tahun ini. Untuk memeriahkan liburan Nataru, KAI menghadirkan berbagai layanan istimewa, seperti ornamen tematik di stasiun, promo YES DEALS dengan diskon hingga 30%, serta fasilitas tambahan seperti pengering payung dan dekorasi unik di stasiun. Dengan komitmen ini, KAI terus berusaha memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan bagi seluruh pelanggan,” tutup Anne.


Vice President Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
31 Desember 2024
 

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release

On Time Performance (OTP) Keberangkatan Kereta Mencapai 99.5% Selama Nataru, KAI Tekankan Keselamatan Tetap yang Utama


KAI menjalankan 6.156 kereta api reguler dan 1.120 kereta api tambahan yang terdiri dari KA Jarak Jauh dan Lokal selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Dengan jumlah perjalanan ini, KAI terus mengedepankan keselamatan dan ketepatan waktu sebagai prioritas utama.

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia selama Desember 2024 hingga Januari 2025. Oleh karena itu, KAI mengimbau pelanggan untuk mengalokasikan waktu perjalanan lebih awal guna mengantisipasi kemacetan atau hambatan lain menuju stasiun akibat cuaca buruk,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Untuk mempermudah proses boarding, KAI menyediakan fasilitas face recognition di sejumlah stasiun. Pelanggan juga dapat melakukan boarding langsung menggunakan aplikasi Access by KAI tanpa perlu mencetak tiket. Selain itu, KAI menyediakan fasilitas tambahan seperti area informasi, kursi nyaman di ruang tunggu, dan fasilitas khusus bagi lansia serta penyandang disabilitas.

Selama periode Nataru dari 19 hingga 28 Desember 2024, KAI mencatat ketepatan waktu keberangkatan kereta (on-time performance/OTP) mencapai 99,5%, sementara OTP kedatangan mencapai 97,4%. Capaian ini menunjukkan komitmen KAI dalam memberikan layanan andal dan tepat waktu kepada pelanggan.

Anne menambahkan bahwa ketepatan waktu merupakan salah satu keunggulan transportasi kereta api. Kereta tidak dapat menunggu pelanggan yang terlambat tiba di stasiun. Pada 29 Desember 2024, OTP keberangkatan kereta api bahkan mencapai 100% dengan OTP kedatangan 98,86%.

“Kami berharap pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memperhitungkan waktu tempuh ke stasiun dan proses antrean saat boarding,” lanjut Anne.

Sebagai informasi, pelanggan yang terlambat dan batal berangkat karena tertinggal kereta tidak akan mendapatkan bea pengembalian tiket. Untuk mempermudah proses boarding, KAI menyediakan fasilitas face recognition di sejumlah stasiun. Pelanggan juga dapat melakukan boarding langsung menggunakan aplikasi Access by KAI tanpa perlu mencetak tiket.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan selama liburan, KAI menyediakan fasilitas tambahan seperti area informasi, kursi nyaman di ruang tunggu, dan fasilitas khusus bagi lansia serta penyandang disabilitas. Langkah ini bertujuan memastikan perjalanan kereta api tetap nyaman dan menyenangkan.

Berdasarkan data hari ini, Senin, 30 Desember 2024 Pukul 06.00 WIB jumlah tiket KA JJ dan KA Lokal yang sudah terjual untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 (19 Desember 2024 s/d 5 Januari 2025) yaitu 3.052.003 tiket dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan KAI sebanyak 3.572.588 tiket.

Sementara, sejak periode 19 Desember hingga 30 Desember 2024 pada masa Nataru ini, berdasarkan data pada waktu yang sama, KAI telah memberangkatkan 2.303.255 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari 3.052.003 tiket terjual tersebut terdiri dari 2.523.076 KA JJ atau 91% dari total jumlah tempat duduk tersedia sebanyak 2.770.864 tiket. Untuk penjualan KA Lokal sudah mencapai 528.927 tiket atau 66% dari total jumlah tempat duduk yang disediakan yaitu 801.724 tiket.

Untuk KA Jarak Menengah/Jauh pemesanan tiket sudah dapat dilakukan H-45, sedangkan KA Lokal sendiri pemesanannya baru dapat dipesan H-30 sebelum keberangkatan dan ada beberapa KA juga yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.

“Arus keberangkatan dan kedatangan liburan Nataru hingga saat ini sudah terpantau padat bahkan beberapa kereta yang menjadi primadona okupansinya sudah melebihi dari 100% seperti KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KA Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, KA Putri Deli, KA Matarmaja, KA Logawa, KA Bangunkarta, dan masih banyak KA lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera,” jelas Anne.

Tingkat okupansi kereta api yang melebihi angka 100 persen disebabkan adanya penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.

“Kami mengapresiasi antusiasme pelanggan dan akan terus memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan tepat waktu. Untuk menciptakan pengalaman Nataru yang berkesan, kami berharap pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memperhitungkan waktu tempuh ke stasiun dan proses antrean saat boarding,” tutup Anne.


VP Public Relations KAI
Anne Purba

 Siaran Pers
30 Desember 2024
 

 

sumber : https://www.kai.id/information/news/press-release