Minggu, 28 April 2013

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN PERENCANAAN PENDIRIAN INDUSTRI MIE KERING DI KABUPATEN BANYUMAS


I.       PENDAHULUAN
Mie merupakan makanan yang cukup populer di Indonesia. Selain harganya terjangkau cara menghidangkannya pun mudah. Sebagai makanan pengganti nasi, mie sangat praktis dalam penyajian dan mengenyangkan. Dengan penampilan seperti tali panjang, mie sangat enak dinikmati baik musim panas atau musim dingin. Baik masyarakat desa maupun kota hampir semuanya menyukai mie.
Tingginya minat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap mie menunjukkan bahwa adanya peluang yang besar untuk pengusaha dalam mendirikan usaha embuatan mie. Terlebih lagi mie kering, yang bisa disajikan dengan sesuai dengan selera konsumen. Mendirikan usaha mie kering dengan omset yang besar maka dapat memberikan banyak keuntungan, selain dapat memberikan keuntungan finansial bagi produsen itu sendiri usaha ini juga dapat meningkatkan devisa negara dan mengurangi angka pengangguran. Karena dengan adanya perusahaan mie kering yang besar sama artinya terbuka lebar peluang untuk bekerja bagi pengangguran dan bukan tidak mungkin bila dengan berkurangnya pengangguran tingkat kemiskinan di Indonesia pun akan semakin berkurang.
Untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tersebut, pendirian industri mie kering haruslah direncanakan secara tepat. Perancanaan yang terperinci, sistematis dan penuh perhitungan. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mengetahui peluang usaha mie kering perlu dikaji lebih lanjut mengenai bagaimana prospek kelayakan pendirian industri mie kering ditinjau dari (a) aspek pasar dan pemasaran yang meliputi permintaan dan penawaran, harga, saingan, dan strategi pemasaran, (b) aspek teknis dan teknologis yang meliputi ketersediaan bahan baku, pemilihan lokasi, teknologi proses produksi, mesin dan peralatan, kebutuhan ruang serta rencana tata letak pabrik, (c) aspek organisasi manajemen yang meliputi struktur organisasi, rancangan jabatan dan manajemen penggajian, (d) aspek yuridis yang terdiri dari bentuk usaha, perijinan usaha dan pengolahan lingkungan, (e) aspek finansial yang meliputi perhitungan biaya dan kelayakan investasi.
Aspek yang sangat penting untuk diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran. Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997). Sedangkan pasar adalah suatu kelompok sasaran atau target dari setiap bisnis atau usaha jual beli.
Dalam falsafah bisnis pemasaran merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena dengan adanya pemasaran dan strategi yang tepat maka akan mendatangkan banyak keuntungan, bukan hanya keuntungan dari segi finansial saja yang di dapat tetapi juga citra perusahaan/industri dapat terangkat di mata konsumen. Selain itu konsumen akan lebih mengenal produk yang ditawarkan, sehingga mereka tidak ragu untuk membeli produk tersebut.

II.    TINJAUAN PUSTAKA
Aspek pasar dan pemasaran merupakan aspek pertama yang harus dievaluasi dalam kajian peluang pendirian proyek. Pasar menurut para ahli merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk membentuk suatu harga. pendapat lain mengatakan bahwa pasar merupakan sekelompok orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar menawar sehingga terbentuk harga (Umar, 2003).
Menurut Mursid 2003, pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli. Pasar dapat pula diartikan sebagai suatu kelompok orang-orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar menawar (dan melakukan tempat bagi penawaran dan permintaan) sehingga dengan demikian terbentuk harga.
Pemasaran merupakan tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atau benda-benda dan jasa yang menumbuhkan distribusi phisik (Winardi, 1991). WJ Stanton menjabarkan bahwa pemasaran merupakan sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun potensial. Menurut American Marketing Association pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Sutojo (1993) menyatakan bahwa dalam mengevaluasi aspek pasar dan pemasaran, hal-hal yang diperhatikan adalah kedudukan produk yang direncanakan pada saat ini, komposisi dan perkembangan permintaan produk dari masa lampau hingga sekarang, proyeksi permintaan di masa mendatang, kemungkinan persaingan dan peranan pemerintah dalam menunjang perkembangan pemasaran produk.
Simarmata (1984) menambahkan bahwa bagi suatu proyek baru, pengetahuan dan analisa pasar bersifat menentukan, karena banyak keputusan tentang investasi yang tergantung dari hasil analisis pasar.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu konsep pemasaran yang baik untuk menunjang tercapainya sasaran perusahaan. Konsep pemasaran tersebut terdiri dari beberapa langkah antara lain :
1.      Mengidentifikasi kebutuhan pasar
2.      Mengembangkan penawaran pasar
3.      Mengkoordinasi personil produksi dan keuangan
4.      Menyediakan kepuasan pelanggan
5.      Mencapai sasaran organisasi
 
III. PEMBAHASAN
Aspek pasar dan pemasaran merupakan hal yang sangat urgent dalam pendirian industri pangan maupun jenis usaha lainnya. Aspek pasar secara tidak langsung memberi patokan bagi industri pangan untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Menurut Mursid, 2003 ada 3 faktor yang menunjang terjadinya pasar yaitu orang dengan segala keinginannya, daya beli mereka dan tingkah laku dalam pembelian mereka. Sedangkan aspek pemasaran merupakan faktor pendukung suksesnya industri memperkenalkan produk dan menarik minat konsumen akan produknya. Didalam prakteknya, aspek pasar dan pemasaran harus memperhatikan beberapa faktor penting yang natinya akan menentukan keberhasilan dalam menjalankan aspek pasar dan pemasaran itu sendiri. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek pasar dan pemasaran adalah :
1.      Jumlah Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsur-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.
Jumlah permintaan masyarakat terhadap mie kering saat ini cukup tinggi. Karena mie kering merupakan makanan pengganti nasi yang mengeyangkan. Cara penyajiannya pun cukup praktis dan rasanya bisa diatur sesuai selera. Masyarakat dari berbagai golongan umur cukup menggemari mie kering. Mie kering dapat djadikan menu makanan harian. Di samping itu mie kering memiliki rata-rata harga yang cukup terjangkau, sehingga jumlah pemintaan konsumen terhadap mie kering cukup tinggi. Terlebih lagi jika memasuki bulan Romadhon. Banyak masyarakat yang beragama islam yang menjadikan mie kering sebagai alternativ untuk sahur bahkan untuk berbuka puasa. Selain itu pada musim hujan jumlah permintaan juga meningkat.
·        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1.      Selera konsumen
2.      Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
3.      Pendapatan/penghasilan konsumen
4.      Perkiraan harga di masa depan
5.      Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
2.      Jumlah Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan  pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi ini kemudian dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat harga tertentu. permintaan bersangkut paut dengan pembelian dan pemakainan sedangkan penawaran bersangkut paut dengan peneyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.
Hukum penawaran memiliki makna bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
Jumlah penawaran untuk mie kering setiap bulannya cukuplah stabil. Hanya pada saat bulan Romadhon jumlah penawarannya ditingkatkan. Karena bulan Romadhon kebutuhan masyarakat yang beragama islam terhadap mie kering cukup tinggi. Karena mie kering dapat dijadikan alternativ untuk sahur maupun berbuka puasa. Selain itu pada musim hujan jumlah penawaran juga ditingkatkan dengan harga promo.
3.      Harga Produk
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
1)      Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
(a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
(b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2)      Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3)      Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
(a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
(b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
a.       Harga Bahan Baku
Harga dari mie kering ini ditentukan berdasarkan harga bahan baku. Mie kering berbahan baku pokok tepung tapioka seharga Rp.3000/kg dan tepung terigu sebagai campuran seharga Rp. 7000/kg, selain itu masih ada bahan tambahan-tambahan lain yang penggunaannya tidak terlalu banyak.
b.      Harga Mie Kering
Harga mie kering di pasaran rata-rata antara Rp.3000 samapi Rp.3500. Produk yang sudah terkenal seperti mie burung dara sekitar Rp.4.000. Harga produk direncanakan Rp.2.700/200gram dan Rp.1.400/95gram. Harga tersebut berlaku untuk distributor. Harga pasaran untuk konsumen berkisar Rp.3000/200gram dan Rp.1.800/95gram.

4.      Strategi Pemasaran
Menurut Kotler (1999) pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang bernilai satu sama lain.
Strategi pemasaran yang dilakukan oleh industri mie kering ini adalah bauran pemasaran atau marketing mix. Marketing mix dapat didefinisikan sebagai perpaduan berbagai strategi yang berupa kegiatan atau faktor-faktor penting yang merupakan hal-hal yang menjadi inti dari strategi pemasaran itu sendiri. Marketing mix harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya. Sedangkan faktor internal adalah variabel-variabel yang terdapat dalam marketing mix yakni : product (produk), price (Harga), place (Tempat), dan promotion (promosi). 
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan marketing mix:
a.      Produk sebagai Objek Pemasaran
Produk adalah objek yang sangat vital yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mendatangkan keuntungan atau laba yang akan tetap menjaga operasional dan kesehatan suatu perusahaan. Dengan melalui produk, produsen dapat memanjakan konsumen. Karena dari produk akan dapat diketahui, seberapa besar kepuasan dan kebutuhan akan produk itu sendiri dalam kehidupan konsumen.
Sedangkan produk itu sendiri memilki sifat dan karakteristik yang amat beragam, dan suatu produk yang potensial adalah suatu produk yang sering diburu konsumen, bahkan tidak perlu melakukan promosi dalam manjemen pemasaran.
Produk mie kering kami, dibuat dari bahan baku dengan kualitas nomor satu. Sehingga kami menjamin produk akhir memiliki kualitas yang baik. Selain itu produk mie kering kami, dibuat dengan proses pembuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai sanitasi dan hygine tetapi tetap tidak melupakan rasa. Di tambah lagi pengawasan mutu yang super ketat dan penghindaran kontaminan-kontaminan dari segala macam bahaya yang mikrobia. Selain itu proses pengemasan yang baik menghasilkan kemasan yang bermutu dan menarik, hingga saat produk sampai ke tangan konsumen sterilisasi tetap terjaga.
b.      Analisis terhadap Harga untuk Sebuah Produk
Penentuan dari harga dari suatu produk adalah suatu hal yang juga sangat krusial. Penentuan harga dari suatu produk akan sangat mempengaruhi dari keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan. Penentapan dari suatu produk, akan sangat dipengaruhi oleh biaya total produksi. Semakin besar biaya total produksi maka akan semakin tinggi harga yang ditetapkan untuk produk tersebut.
Harga sangat mempengaruhi penjualan dari suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Penentuan harga sangat membutuhkan strategi pemasaran yang amatlah matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Menetapkan harga yang murah adalah bukan solusi diatas segalanya. Namun penetapan harga dengan cerdas akan sangat membatu untuk mendobrak penjualan. Strategi dalam menetapkan harga produk dapat dilakukan dengan menganalsis kelebihan, keunggulan dan kekurangan dari produk yang dimiliki. Penentuan harga barang juga dapat dianalisis dengan melihat persaingan dan seberapa besar kebutuhan produk yang akan dicari oleh konsumen.
Harga mie kering kami tetap sama dengan harga pasaran, namun untuk mengundang minat konsumen agar tertarik untuk membeli produk ini, kami mengadakan undian berhadiah dengan memberikan semacam kupon yang terdapat di dalam kemasan mie kering tersebut.
c.       Kegiatan Distribusi yang Dijalankan
Distribusi merupakan bagian yang vital dari bagian strategi pemasaran itu sendiri. Pemilihan strategi dengan tepat akan dapat membantu produk sampai ke konsumen dengan harga yang sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karena tak jarang suatu produk yang telah dibandrol dengan harga sekian, namun karena kesalahan distribusi ketika sampai ke tangan konsumen, harga yang terjadi ketika transaksi jual beli adalah lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang sebelumnya.
Salah satu strategi pemasaran yang sebaiknya harus diperhatikan agar aktivitas jalannya distribusi dapat berjalan dengan lancar, adalah dengan memperhatikan perihal channel of ditribusi atau saluran distribusi. Saluran ditribusi dapat membantu perusahaan dalam proses pemasaran terutama untuk menganalisis berbagai kendala yang terjadi di lapangan, sehingga dapat diambil kebijakan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan distibusi kembali akan dapat berjalan dengan normal dan baik demi tercapainya kepuasan konsumen.
Pola distribusi yang harus dipertimbangkan dan selalu diamati adalah dengan melakukan penyesuaian dengan perkembangan pola dinamika gaya hidup masyarakat. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, maka proses distibusi dapat berjalan dengan baik dan akan mensuport untuk menghasilkan nilai penjualan yang memuaskan.
Sistem distribusi industri mie kering kami, berawal dari produsen hingga ke tangan konsumen diusahakan tidak terjadi pemutusan rangkaian.
Produsen                      Agen                Pengecer                      Konsumen
                                   
Jalur distribusi yang direncanakan tidak menggunakan sistem distribusi yang tertalu panjang sehingga mudah untuk mengendalikan harga dan mutu produk yang dijual.
d.      Melakukan Kegiatan Promosi
Kegiatan promosi biasanya merupakan komponen prioritas dari kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang akan menggoda konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian.
Kegiatan promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi untuk disampaikan ke konsumen. Bila kegiatan promosi tidak dilakukan dengan baik, produk yang memiliki kualitas baikpun tidak akan mendatangkan tingkat penjualan yang tinggi.
Promosi produk mie kering industri kami, dilakukan dengan mengiklankan bukan hanya di media elektronik seperti televisi dan radio-radio daerah, tetapi juga promosi melalui poster-poster dan membuat baliho serta banner di tempat-tempat keramaian. Selain itu kami juga berusaha mnesponsori kegiatan-kegiatan yang baik dan banyak masyarakat yang mengikuti agar masyarakat lebih mengenal produk kami.
5.      Saingan Usaha
Persaingan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam pendirian usaha. Persaingan merupakan tantangan yang harus dihadapi dan perlu strategi jitu dalam menghadapi pesaing. Persaingan aspek industri mie kering di kabupaten Banyumas belum begitu tinggi karena di Kabupaten Banyumas usaha mie kering belum begitu banyak yang berdiri. Selain itu industri-industri yang sudah ada hanya dijalankan dalam skala yang tidak begitu besar dengan modal yang terbatas dan pengawasan mutu yang rendah, bahkan terkadang produsen kurang peduli dengan kualitas bahan baku dan sanitasi proses pengolahan. Akan tetapi saingan usaha di luar Banyumas sendiri perlu diperhatikan antara lain PT.Tiga Pilar dan Mie Cap Burung Dara. Industri-industri tersebut sudah mengimpor produk-produknya ke semua daerah di pulau Jawa. Mereka dapat menjadi pesaing yang cukup tangguh. Sehingga industri kami akan tetap menomorsatukan kualitas dalam pembuatan produk, agar konsumen menuruh kepercayaannya terhadap produk kami.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008 Definisi/Pengertian Harga, Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga - Manajemen Pemasaran http://organisasi.org/definisi-pengertian-harga-tujuan-metode-pendekatan-penetapan-harga-manajemen-pemasaran. Diakses pada tanggal 25 Maret 2011

 

Endi. 2009. Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran. http://rajapresentasi.com. Diakses pada tanggal 25 Maret 2011

 

Mursid, M. 2003. Manajemen Pemasaran, Bumi Aksara; Jakarta

 

Usmara, A. 2003. Strategi Baru Manajemen Pemasaran, Amara Book; Jogjakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar